Yang pertama, kita mulai dari Abimanyu Harsa—yes, the Abim, anak mami yang hidupnya literally pake mode “easy”. Di sekolah, bukan nggak ada yang bisa ngelawan dia.. tapi lebih ke, semua orang males ribut sama bocah yang kalau kesel dikit langsung call mami. Contohnya, kejadian waktu mapelnya Pak Ilham. Abim selfie terus pake iPhone 17 Pro Max 2TB silver cash—HP yang kalau jatuh ke lantai, lantainya yang minta maaf. Pas disita, Abim langsung ngadu ke maminya. Ending-nya? Guru bergaji imut kayak Pak Ilham harus diskors sebulan sampai dompetnya puasa dan bikin asam lambungnya kumat. Hidup Abim literally simple. Ada masalah? Tinggal ngadu. Yang lain susah gak masalah, yang penting Abim senang.
Yang kedua ada Rayya. Matanya berbinar, bulat, wajahnya manis—Rayya atau nama lengkapnya, Vaseema Rayya. Di 12 IPA 1, semua orang kenal dia sebagai si seleb kelas. Kenapa dibilang seleb? Because this girl is always live. Literally 24/7. Apa pun momennya, di mana pun tempatnya, Rayya selalu sempat ngelive buat ngasih kabar ke followers-nya. Life update kecil pun tetep di-share. Mood hari ini, cerita random, bahkan hal sepele di kelas bisa jadi konten. Jam istirahat? Live. Lagi duduk manis di bangku kelas? Still live. Bahkan di jam pelajaran pun… iya, dia masih sempat. Curi-curi waktu dikit, handphone di bawah meja, kamera depan nyala, suara dipelanin.
“Guys bentar ya, aku lagi pelajaran… tapi aku cuma mau nyapa kalian.” Kadang sambil senyum kecil, kadang sambil bisik-bisik, takut ketauan guru tapi tetep gamau off. That’s Rayya. Selalu hadir buat followers-nya, seakan mereka bagian dari hidup sehari-harinya. Makanya nggak heran kalau namanya sering disebut. Bukan cuma karena wajahnya yang manis dan matanya yang berbinar, tapi karena dia selalu ada. Online, reachable, and somehow comforting.
Tapi sebelum ada yang berharap terlalu jauh… let’s clear one thing. Rayya udah ada yang punya. Michael. Anak 12 IPA 1 juga. Mereka pacaran dari kelas 11, dan sampai sekarang masih bareng. Kadang Michael cuma duduk di bangku sebelah, kadang melirik sambil senyum pas Rayya lagi live. “Guys, pacar aku di sini,” katanya sambil ketawa kecil. So yeah, Rayya mungkin seleb 12 IPA 1. Selalu live, selalu disorot, selalu jadi bahan cerita. But her heart? Already taken, and happily so.
Terus, ada Livia. Livia atau biasa dipanggil Livy, 12 IPA 1 absen 11. Anak ibu kota, mami papi punya hotel, dan yes—beauty influencer. Tasnya? Bukan buku, bukan pulpen, tapi endorsean. Dari lip products sampe eyeshadow palettes numpuk kayak stok minimarket. Duit mah ada, tapi usaha juga gak kaleng-kaleng. Siapa yang rela review maskara pas upacara buat cek luntur apa engga? Livy: “hadir.”
Tapi jangan salah, dia centil tapi nggak songong. Anak OSIS, spesialis danusan risol mayo (brand ambassador rasa kantin). Walaupun sekolah anti jajan luar, Livy mah pro player soal nyelundup. Caranya? Rahasia industri. Work-life balance? Influencer by day, aktivis by duty. Livy coded parah.
Yang keempat, Kathalea Grunewald Fe Nicholas, nama yang akrab terdengar di telinga tukang gosip sebagai ‘Kalea’ itu sering narik perhatian karena auranya intimidating, apalagi sejak alisnya blonde—yang dari jauh kaya botak, rambutnya yang kadang kemerahan tapi kadang keliatan cokelat itu juga nggak pernah di ikat rapih. Kalea juga sering door to door ke kelas orang lain, uninvited, alias si tukang labrak. If intimidation had a syllabus, Kalea would be the final exam.Masalahnya sepele, sering ngerasa diliatin orang semenjak chat flirty-nya buat Pak Ilham salah kirim ke grup chat angkatan. She overly sensitive, every glance feels intentional, every whisper sounds like a verdict. And honestly? If people stare, she lets them before she beat their mothafuckin’ ass—not with fists, but with her sharp mouth. Kalea doesn’t scream, doesn’t repeat herself, she cuts. Her words land clean, precise, no wasted syllables.
Yang kelima ada aku. Perkenalkan, aku Janelle Annesley. Orang-orang manggil aku Janel. Aku saat ini berada di kelas 12, 12 IPA 1. Orang-orang bilang kelas 12 IPA 1 ini muridnya pintar, nilai ujian selalu bagus, positif masuk ke dalam list eligible. Haha.. tentu saja.. ;)
Aku lah si anak pintar tersebut — pintar nyontek. Setiap ujian di sekolah, mata pelajaran apapun itu aku diam-diam menyontek. Alibi izin ke kamar mandi ke guru pengawas untuk buang air kecil, nyatanya aku buang catatan kecil isi contekanku di sana. Ajaibnya semua yang aku catat itu muncul semua disoal ujian, wow.. kampus impian.. tunggu aku ya! ;)